Sabtu, September 22, 2012

Perasaan dan Logika


Ada stigma bahwa cewek lebih mengedepankan perasaan, dan cowok lebih kuat logikanya...benar kok itu.... Jujur, pernah menghadapi hal ini, ketika kita mencoba mengedepankan perasaan, kita dihadapkan pada masalah yang sangat rumit, dan pada akhirnya kita sadar bahwa kita adalah makhluk lemah yang akan sangat bergantung padaNya. 

Keseimbangan itu perlu dari perspektif pribadiku, sesuatu yang berlebihan tidak lah baik. Ingat ada surah alquran yang arti bebasnya seperti ini :


"Sayangilah manusia itu sewajarnya, karena bisa jadi suatu saat dia akan menjadi orang yang paling kamu benci, sebaliknya, benci seseorang tanpa berlebihan, karena bisa jadi dia menjadi orang yang saling kamu sayang"


Satu yang kurang baik adalah, jangan mentang-mentang cowok semuanya kamu logikakan, termasuk beberapa curhatan teman yang akhirnya mempertegas hal itu. Ketika bermasalah dengan restu orang tua, jangan lagi berusaha melogikakannya, karena tidak akan pernah bisa kita logikakan, percayalah.... ada hikmah dibalik semua itu. Ridha Allah di ridho orang tua bukan?


Percaya atau tidak, perasaan adalah modal untuk melangkah ketika kamu berhubungan sama seseorang,  logika mengiringi dengan selalu membawa kita ke alam sadar ketika kita terhanyut dalam mimpi berlebihan. Perasaan akan menjadi semangat lebih dalam hal apapun yang akan kamu lakukan demi sebuah logika masa depanmu.

Logika.....
hmmm.... logika membenarkan 1 + 1 = 2, namun pada saat nya kamu mungkin akan menemukan bahwa belum tentu 1 + 1 = 2, bisa jadi 1,5 atau 3... coba deh, suatu saat kamu akan menemukannya, aku pernah mengalaminya. 

Logika dan perasaan, gunakan secara seimbang, jangan berlebihan satu sama lain :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Please!