Rabu, September 12, 2012

#Menutup Mata (Malu)


sudah lama gak nulis ya, postingan terakhir sudah cukup lama bahkan di cek pun gak pernah....hehe

kali ini kumencoba untuk melihat sisi lain dalam serial runtutan perjalanan hidup ini. Ketika kucoba flash back pada masa lalu, kumelihat bahwa pada dasarnya setiap jalan yang kita tempuh tentunya akan menuju suatu tujuan yang kita buat sendiri. Ketika diawal kita merencanakan sesuatu, kadang tidak sesuai keinginan kita. Ketika banyak masalah yang terjadi dalam perjalanannya, maka sikap bijak yang bisa kita ambil adalah menyikapi dan mengambil hikmahnya.

dan stop untuk masa lalu, memorinya hanguskan, tatap masa depan untuk memberi gairah hidup lebih yang akan menuntun kita ke jalan yang lebih baik. Tuhan itu Maha Penyayang, tidak mungkin dia memberikan beban melebihi batas kemampuan kita. Beban kesedihan sering kita konotasikan dengan ungkapan itu, namun kita kadang tidak menyadari bahwa untuk kesenangan dan kebahagiaan Tuhan juga tidak sia-sia. Dia akan memberikan proses yang berliku agar kita sadar disaat kita siaplah dia akan memberikan keindahan dan kebahagiaan, Indah pada waktunya.

Nah, sekarang apa yang musti kuperbuat? tidak lain, lanjutkan semuanya, dengan penuh semangat. Cita-cita dan obsesi apa yang belum terwujud akan dijalani sampai pada titik orang akan senang dan bahagia ketika kita mencapai kesenangan itu. Egois juga kalau kita bahagia tanpa disaksikan lingkaran senyum dari orang-orang yang kita sayangi. Dulu jujur tak terlalu kusadari, aku sedikit egois mungkin, namun waktu itu aku merasa memperjuangkan apa yang kuinginkan, apa yang menurutku baik, bertanggung jawab pada apa yang kumulai, tidakkah itu baik. Tuhan punya cara lain kok, dia menghargai niat baik dan cara gentleman kita dengan mengganti apa yang belum kita peroleh dengan sesuatu yang lebih baik. Apa itu? who knows, berprasangka baiklah pada Tuhan, karena Dialah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Disaat kamu sedih, ada orang-rang disekitarmu yang akan selalu sayang sama kamu, trimakasih kakak-kakakku, keluargaku, teman-temanku, guru-guruku, sangat terima kasih dukungannya, secara langsung atau tidak. Apa yang kualami, asal didasari dengan niat baik, Tuhan punya banyak cara untuk membalasnya. Ketika kita manusia lemah ini berpikir seribu langkah ke depan, maka Tuhan punya "tak terhingga" cara untuk membalasnya, sering tak kusadari, maluuuu........

Aku mengulas kata-kata ini karena aku melihat semakin terang hikmah dibalik semua ini, Tuhan tidak sia-sia kok. Jika kita baik, akan dibalas dengan banyak kebaikan.

Lainsakartum laazidannakum, walainkafartum, inna azabi lasadid
Jika kita bersyukur, maka akan kutambah nikmatku untukmu, jika kamu kufur, maka azabku sangat pedih.

#Takut dan Malu, Astaghfirullah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Please!