Sabtu, November 05, 2011

PERASAAN

Perasaan....

sekali lagi bermain dengan perasaan.....
Sebenarnya enak juga kaya zaman dulu, tidak perlu pake perasaan sebelum waktunya datang, toh udah ada yang disiapkan. tapi sebelum itu, tidakkah kita dilibatkan seribu perasaan karena bertemu dengan berjuta-juta orang dengan segala perasaannya? pentingnya mengelola perasaan ibarat sebuah dapur yang tidak akan pernah lepas dari sebuah bangunan rumah, disanalah sumber aktivitasmu, disanalah asalnya kamu punya energi lebih untuk beraktifitas, jadi tidak bisa kita mengabaikan sesuap nasi di waktu pagi atau roti, atau  semangkok mie diwaktu malam. Yang ada kamu akan terlelap dengan kemalasan dan lupa bahwa kamu hidup akan mengalir terus dan butuh perjuangan. 



Perasaan....
Perasaan itu bisa datang kapan saja, semua berawal dari interaksi. sekarang perasaan anda semakin terbuka dengan terbukanya sarana interaksi. Ketika perasaan mulai tumbuh, hati-hatilah...sabarlah...karena bisa jadi ini sebuah awal untuk kehilangan logika, tapi bisa jadi akan menjadi sumber spirit berlebih dalam hidup kita. Perasaan, bisa datang dari mulut, dari mata dan dari hati. Biasanya dari mata turun ke hati, itulah yang namanya cinta. Siapa yang bisa menebak kapan anda jatuh cinta, jika semuanya mengalir dalam lantunan lagu romantisme yang selalu mengiringi. Namun, sadarkah kita bahwa perasaan bisa datang dan pergi begitu saja, seperti datangnya yang tiba-tiba. Ketika kamu menemukan perasaan, dan kamu senang untuk merawatnya, rawatlah dengan sebaik  hatimu karena akan memberikan semangat berlebih dalam hidupmu. Awalkan semua itu dengan niat baik karena seperti apapun akhirnya, kamu akan mampu melogikakan kembali perasaanmu. Jadi, perasaan itu hanya bermuara pada kesenangan atau kesedihan, tidak ada yang samar-samar dan semuanya perlu kita logikakan kembali. Kalau tidak ada perasaan, maka hidupmu tidak akan berwarna.
Perasaan....
ada yang bilang perasaan tidak bisa dilogikakan, memang benar... Tapi semua tetap berawal dari perasaan. Kamu akan semangat bantu orang jika rasa-rasanya orang ini memang butuh bantuan, kamu semangat bantu orang karena kamu rasa kamu suka dengannya, suka bukan sekedar dalam bentuk cinta, tapi suka dalam arti sebuah pertemanan, persahabatan.

Perasaan.....
Banyak orang yang mencoba terburu-buru melogikakan perasaan, karena dengan begitu muncullah yang namanya prasangka. Prasangka bisa baik bisa buruk, tapi seburuk-buruk prasangka adalah melalukan sesuatu yang menurut logika belum tentu benar. Yang ada nantinya, kalo prasangka tidak benar, kita akan menyesal dan merasa bahwa perasaan itu tidak membantu.

Perasaan.....
Banyak orang yang mengedepankan perasaan, tanpa berpikir dengan logika yang benar. Ketika berbuah kabar baik, maka akan sangat berbahagia. Namun, ketika mengedepankan perasaan, terus berbuah kesedihan, maka ia akan hanyut kesedihan dalam waktu yang lama. Banyak juga yang akhirnya  lupa dan melogikakan siapa sebenarnya pemberi perasaan. Itulah yang tidak boleh  kita lakukan.

Perasaan.....
Adalah sumber warna dalam hidup ini, ketika kamu tidak bisa mengelola perasaan, termasuk dalam dunia kerja, maka kamu akan bekerja karena rasa. Dalam pekerjaan, perasaan perlu dikesampingkan, karena dengan rasa berlebihan, kamu akan hanyut dalam semangat ekstrim atau dalam menyerah dengan ekstrim. Itulah yang perlu dihindari. Dalam pekerjaan, perasaan bukan alasan utama untuk memulai sesuatu. Tapi perasaan adalah bumbu yang perlu ditambah agar semakin manis. Karena dalam pekerjaan, partner adalah teman yang akan membantu dan dibantu, semuanya bermuara pada etika profesional dan  tanggung jawab. Ketika kamu melibatkan perasaan berlebihan, maka kamu akan menjadi tebang pilih dalam bekerja, padahal warna partner dengan segala kelebihan dan kekurangannya akan selalu mengiringi kamu setiap hari untuk sesuap nasi bersama. So, sadari profesionalitas dan minimalkan penggunaan perasaan agar kamu menjadi orang yang bertanggung jawab dengan pekerjaanmu.

Perasaan....
darinya segalanya bersumber tapi tidak boleh memperturutkan perasaan karena semua butuh logika dan kesadaran. Jangan  lupa, siapa pemberi perasaan dan logika. Itu!!!!!!

3 komentar:

  1. Semua butuh perasaan, tapi bagaimanapun perasaan harus beriringan dengan logika..!! :) pasti bikin tlisannya sama perasaan ya bang.. dalem bangett..!! hihihihi..

    BalasHapus
  2. perasaan kilat dalam 5 menit mungkin ly....
    awalnya perasaan, trus masuk logika...dan indahnya kalo mereka akrab...hehehe

    BalasHapus
  3. iyaa bang..!!! baguss baguss..!! hehehe

    BalasHapus

Comment Please!