Jumat, November 04, 2011

Keajaiban Komodo Tidak Ditentukan dengan Voting SMS


source : www.cek-info.blogspot.com
Setelah heboh dengan berita reshufle kabinet yang diikuti oleh berita memanasnya  situasi keamanan di provinsi paling timur Indonesia Papua, akhir-akhir ini dihebohkan lagi dengan pemilihan Tujuh Keajaiban Dunia yang diselenggarakan oleh New 7 Wonders dimana Indonesia dengan KOMODO nya menjadi salah satu finalis.
Khabarnya New 7 Wonder  adalah organisasi independen dan tercatat di pemerintahan Swiss, namun hingga sekarang masih diperdebatkan tentang keberadaan organisasi ini karena alamat kantornyapun tidak jelas sampai-sampai Dubes RI di sana  berniat untuk melacak organisasi ini.
Yang menarik dan juga aneh (gak habis pikir deh!), walaupun organisasi ini diragukan keabsahannya sebagai penyelenggara dan penentu dari tujuh keajaiban dunia, banyak orang Indonesia yang sangat antusias menyambut “sayembara” penentuan tujuh keajaiban dunia, tidak kurang dari seorang Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden RI yang didapuk oleh P2K (Pendukung Pemenangan Komodo) sebagai komandan pengumpulan suara lewat SMS melalui voting SMS Komodo dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya ke nomor yang disediakan oleh Content Provider (CP) bak voting ajang pencarian bakat.  Anehnya lagi CP yang menjalankan layanan SMS vote dukungan Komodo untuk menjadi  salah satu tujuh keajaiban dunia ternyata tidak mempunyai hubungan dengan pihak New 7 Wonder secara langsung.
Sebenarnya keanehan dari New 7 Wonder ini sudah lama yaitu sejak tersiar kabar adanya surat dari New 7 Wonders yang ditujukan kepada Jero Wacik selaku Menteri Budaya dan Pariwisata pada waktu itu.  Surat tertanggal 6 Desember 2010 yang dikirimkan oleh Direktur New 7 Wonders Jean Paul de la Fuente yang isinya menawarkan kepada Indonesia sebagai tuan rumah pengumuman pemenang New 7 Wonders pada 11 November 2011 dengan membayar US$ 10 Juta sebagai investasi dalam promosi, brand dan  membentuk reputasi di dunia internasional.  Bila Pemerintah Indonesia menerima penawaran ini bisa bekerja sama dengan sebuah yayasan milik warga Indonesia, Lolita Lita Anugerah Foundation.
Kenapa kita sebagai sebuah bangsa yang besar masih saja mudah untuk mempercayai hal-hal yang belum jelas keberadaannya apalagi hal ini menyangkut nama baik sebuah bangsa.  Apakah kita tidak malu kalau sampai dipermainkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan kebodohan kita yang sering kurang bisa berfikir jernih untuk menyaring berita-berita yang beredar melalui media massa.
Apa jadinya kalau New 7 Wonders itu hanya organisasi jadi-jadian atau akal-akalan untuk mengeruk keuntungan sesaat dengan memanfaatkan kebodohan kita yang begitu saja menerima bujukan-bujukan tidak berdasar.
Bukankah lebih baik kita sendiri yang mempromosikan Komodo sebagai Keajaiban Dunia melalui berbagai media yang berskala internasional  daripada membuang-buang uang untuk organisasi yang tidak jelas, sebagaimana di tahun 1912 Peter Ouwens Direktur Museum Zoologi di Bogor menerbitkan paper tentang Komodo sehingga membuat para peneliti dari berbagai belahan dunia berkunjung ke Pulau Komodo untuk mengadakan penelitian dan hasil penelitian tersebut tersiar ke seluruh penjuru dunia.
Sebenarnya tanpa ikut sayembara New 7 Wonders organisasi yang gak jelas tersebut, Komodo sudah dikenal di seluruh dunia  sebagai binatang langka yang diyakini berevolusi dari nenek moyangnya di Australia 4 juta tahun yang lalu.
Tinggal bagaimana mempersiapkan infrastruktur  dan akomodasi yang memadai bagi para turis yang berkunjung di Pulau Komodo serta mengemas Komodo sebagai komoditas pariwisata yang menarik.
Dan yang lebih penting lagi adalah melestarikan Komodo  dari kepunahan karena jumlahnya yang makin menyusut.
Jadi sebenarnya keajaiban Komodo bukanlah ditentukan melalui voting SMS…tapi keajaibannya sudah terbukti dari penelitian yang sudah dilakukan sejak 1912!!
BAGAIMANA PENDAPAT ANDA????

tulisan teman di Balikpapan :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Please!