Minggu, April 03, 2011

Hidup bagai cerita Opera van Java

Hidup ini bagaikan sebuah cerita di opera van java, tontonan favorit saya. ada dalang yang mengatur jalan cerita, ada pemain yang menunjukkan aksinya... si dalang memberikan arahan di awal cerita, trus bilang ke penonton "kita saksikan langsung ke TKP". adegan dimulai, cerita mengalir dan kadang karena improvisasi berlebihan dengan sekedar mengedepankan humor, alur cerita tidak dipenuhi lagi. Si dalang kemudian mengingatkan "kembali ke benang merah"...Nah, cerita kembali mengalir....biasanya karena mengedepankan tawa ala opera van java, cerita sering keluar dari skenario lagi. begitulah sedikit cerita tentang opera van java....


Hidup ini sama dengan cerita OVJ. Kita sebagai dalang merencanakan hidup ini berjalan dengan baik, untuk saat ini, besok dan untuk masa depan kita. pemain-pemainnya adalah orang yang ada disekitar kita. Tanpa kita instruksikan memang, tapi keinginan kita adalah mereka memikirkan hal yang sama dengan jalan pikiran kita. Kita menginginkan semua cita, cerita dan keinginan kita terpenuhi dengan sendirinya. Kita biasa diskusi agar semuanya dijalani dengan baik dan semuanya tetap sesuai dengan keinginan kita. Tapi apa daya, kalau rencana yang kita bangun, kita perjuangkan dengan susah payah, akhirnya harus berhenti ditengah jalan karena si pemain punya jalan yang berbeda. Hal yang patut kita lakukan adalah kita bilang "kembali ke benang merah", sesaat mereka akan memahami keinginan kita, tapi disaat yang sama mereka juga akan melihat mana yang terbaik buat mereka, mana yang bisa membuat sekeliling mereka berbahagia. 

Apa yang harus dilakukan oleh si dalang kalau skenarionya tidak jalan??
ya, dia akan tetap menjadi bagian dari cerita itu, ikut memberikan bonus tawa ke penontonnya, berperan sesukanya agar semua mata melihatnya dan cekikikan tertawa. Dia rela sedikit mengurangi egonya agar sekelilingnya merasa si dalang adalah pendukung wayang-wayangnya. meraka selalu kompak dalam 1 tim yang siap menghibur penontonnya. hmmmm... dalang  yang bijak.....
Apa yang kita lakukan kalau rencana-rencana kita tidak berjalan dengan semestinya, bijaklah... siapkan dari awal plan A dan plan B, kalau perlu plan C. Intinya kita selalu mengikuti dan memahami orang-orang disekeliling kita, memberikan kebahagiaan kepada orang lain, karena dengan begitu kitapun akan merasa puas. Kitapun akan merasa berguna, sebagai bagian dari lingkungan tempat kita berada. 

Kita juga sering melihat, si dalang babak belur dikerjain sama wayang-wayangnya. dikerjain tapi apa yang dilakukan si dalang?dia sabar, langsung merespon seolah-olah dia seperti wayang, menyesuaikan diri, menjadi bagian dari wayang, rendah hati dan nimbrung untuk membuat gelak tawa penonton. padahal dia dalang kan? Begitu juga dengan kita, bagaimanapun, kita harus terbuka pada hal-hal yang akan membuat bahagia orang orang di sekeliling kita. Jangan sampai kita memaksakan jalan cerita, tapi orang lain tidak menikmati jalan cerita kita. Kita tetap harus membaur, bersabar, menahan diri dan selalu berdoa agar keinginan kita dan orang lain sejalan. Semuanya demi kebahagiaan kita dan orang-orang disekeliling kita.

Kadang tidak semuanya dalam kendali kita. :(



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment Please!